Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'a. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Kedudukan Do'a

Mengutip pendapat Abdul Razzaq ibn Abdil Mutab hsin Al-Badr dalam Kitab al-Dzikr wa al-Du'a fi Dhau al-Kiwa al-Sunnah, jika melihat ke dalam al-Qur'an dan Sunnah, kita akan mendapatkan keduduka do'a sebagai berikut: 
1. Do'a adalah sesuatu yang membedakan orang sombong dengan tidak sombong.
2. Allah Mahadekat, dan karenanya Dia pasti akan mengabulkan setiap orang yang berdo'a kepada-Nya.
3. Do'a adalah ibadah
4. Do'a adalah sesuatu yang mulia bagi Allah. 
5. Orang yang tidak pernah berdo'a akan mengundang murka Allah swt.

Itulah beberapa kedudukan do'a, marilah setiap hari hiasi hidup dengan do'a  agar Allah selalu bersama, membantu, menolong dan memberikan kita solusi yang terbaik bagi setiap langkah-langkah menuju shirathal mustaqim dan keridhaanNya. Karena tanpa bimbinganNya kita tidak mungkin selamat dari azab-azabNya. 

Sumber: Arif Munandar Riswanto, Doa Menghadapi Musibah, Jakarta: Mizania, hal. 29

Senin, 28 Februari 2011

Berdo'alah dengan Kesungguhan Hati

Disebutkan dalam sebuah hadis:




Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi Muhammad saw. bersabda "adakalanya seseorang yang rambutnya terurai dan berdebu, bahkan tertolak dari segala pintu rumah orang yang rendahnya dalam pandangan manusia. Akan tetapi, kalau ia sungguh-sungguh minta kepada Allah, pasti Allah akan menerimanya (mengabulakannya)."
(HR. Muslim)

Berdoa kepada Allah haruslah dilakukan dengan kesungguhan hati. Orang yang berdo'a dengan penuh kesungguhan pasti Allah akan mengabulkan do'anya. Ketika berdo'a pikiran, hati hendaklah kita tujukan kepada yang menguasai alam ini yaitu Allah.
Dalam hadis di atas dapat disimpulakan jika kita mohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh Allah akan mengabulkannya. Dalam berdo'a janganlah kita bersikap acuh tak acuh atau sambil lalu. Hal ini sama artinya bahwa orang tersebut tidak ingin do'anya dikabulkan, maka dari itu Allah pun tidak mengabulkannya. Lebih bagus lagi jika kita berdo'a kita paham apa yang kita minta dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai hal tersebut. Misalnya sebagai pelajar ia berdoa Rabbi Ziddi Ilman war Zuqni Fahma (Ya Tuhanku (Allah), tambahlah ilmuku dan berilah aku rizqi akan kefahaman) tentu selain berdo'a ia juga berusaha untuk belajar yang nanti Allah akan menambah ilmu dari itu dan menjadikan ia faham terhadap pelajarannya.

Kesimpulannya adalah kita berdo'a dengan sungguh maka Allah akan mengabulkannya. "Ud'uni astajib lakum" berdo'alah kepadaku (Allah) niscaya aku (Allah) kabulkan".
Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang sungguh-sungguh dalam berdo'a kepada Allah dan semoga Allah selalu mengabulkan do'a kita.